ISLAM-RAMAH

September 20, 2013

YANG SALAH, PENGHAYATAN KEAGAMAANNYA

Filed under: AGAMA — ruhullah @ 6:15 am

cahayaSaya mulai khotbah ini dengan satu “keraguan metodis”. Keraguan metodis adalah cara untuk mendapatkan keyakinan dengan melalui jalan keraguan. Dalam tradisi Intelektual islam, cara ini pernah dipakai oleh Abu Hamid al-Ghazali (W. 1111), orang nomor dua yang paling berpengaruh setelah Nabi Muhammad di dunia Islam, dan dalam tradisi Barat dipakai oleh bapak Filsafat Modern, Rene Descartes. Pokok persoalan yang akan kita ragukan adalah, bagaimana peran agama dalam kehidupan manusia, baik individual maupun sosial? Keraguan ini dipicu oleh fakta: sebagian kekerasan yang terjadi di Indonesia, salahsatunya, dipicu oleh sentimen keagamaan. Yang terbaru kasus di Puger, Jember Jawa Timur yang mengakibatkan seorang tewas. Sejumlah faktor bisa kita tunjuk sebagai biang keladi, mulai dari faktor ekonomi, sosial dll. Salahsatu faktor yang “mengeruhkan” adalah faktor sentimen keagamaan. Seorang pakar fenomenologi agama berpendapat, kadang seribu agama tak cukup untuk menciptakan kedamaian, namun satu agama saja telah cukup untuk menciptakan kebencian. Melihat gejala seperti itu, jangan-jangan agama sebetulnya tak memiliki peran dalam membentuk karakter para pembentuknya, atau agama memang tidak lagi memiliki daya ikat spiritual bagi pemeluknya?

Mari kita refleksikan rukun Islam. Orang ber-Syahadat tapi korupsi. Padahal, syahadat, dalam kategori filsafat Bahasa, adalah performative uttarences (Austin), yang berbeda dengan decriptive uttarences (dalam ilmu pengetahuan). Performative uttenences adalah pernyataan yang memiliki implikasi praktis. Seperti, “saya terima nikah….”, itu bukan sekedar ucapan, tapi punya implikasi: orang tersebut telah menikahi wanita tersebut. Berkata berarti bertindak. Ungkapan agama, menurut Whitehead, memiliki konsekuensi dan tanggungjawab. Ketika kita berkata, kita beriman, maka itu berarti kita siap dengan konsekuensi iman: mematuhi yang diimani. Sedangkan dalam bahasa ilmiah, tidak ada konsekensi tersebut. 1 = 1 = 2, tak memiliki implikasi apapun dalam kehidupan kita.

Bersyahadat berarti, mengakui bahwa Allah adalah ilah, Tuhan, Realitas Mutlak yang tak terbatas. Allah omnipresent, selalu hadir dalam kehidupan. Nah, pernyataan tersebut berimplikasi ihsan, yakni kesadaran bahwa, engkau beribadah seakan-akan melihat Allah, bila tidak melihat-Nya, yakinlah bahwa, Allah melihatmu. Inilah konsep integritas dalam Islam, yakni keyakinan kukuh bahwa Allah hjadir, melihat kita. Lalu apa yang terjadi dengan para koruptor yang telah bersyahadat, tapi masih korupsi juga?

Psikolog Agama, Allport membagi penganut agama menjadi dua, yakni penganut agama ekstrinsik dan penganut agama instrinsik. Yang ekstrinsik adalah penghayatan penganut agama yang hanya beragama tapi hanya sisi formalnya saja. Sedangkan yang intrinsik, beragama dengan menghayati nilai-nilai agama.

Jadi, kita menemukan jawaban bahwa, kesenjangan agama dengan pelakunya, bukan pada agamanya, tetapi “cara penghayatannya” yang keliru. Cara penghayatan yang benar adalah yang tidak hanya formal keagamaan yang dilakukan, tetapi hakikat, nilai-nilai agama yang dihayati secara benar, yakni masuk ke wilayah batin agama karena pada hakikatnya, Allah melihat pada yang batin, bukan yang lahir. Nabi berkata,” Sesungguhnya Allah tak (la) melihat bentuk kalian, dan jasad kalian, tetapi yang Dia lihat adalah hati kalian, dan perbuatn kalian.” Dalam al-Quran disebutkan pula bahwa yang paling mulai di sisi-Nya adalah yang paling bertakwa. (QS. Al-Hujurat: 13). Takwa adalah kategori batin, bukan lahir. Wa Allahu a’lam bi al-shawabi

(Khotbah Jumat, 20 September 2013 di Aula Nurcholish Madjid, Universitas Paramadina, Jakarta)

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: