ISLAM-RAMAH

September 20, 2013

MANUSIA YANG UTUH

Filed under: AGAMA — ruhullah @ 6:42 am

Human Rts7Tahun 1990, Uni Soviet runtuh. US adalah negara adi kuasa, di samping Amerika Serikat. Mengapa negara adi kuasa itu runtuh? Pasti, setumpuk analisis bisa kita lontarkan. Salahsatunya, US bubar karena faktor ideologinya, komunisme, yang tak cocok (compatible) dengan manusia. Mengapa komunisme tidak cocok dengan manusia? Karena komunisme memandang manusia hanya dari satu sisi, yakni material. Pandangan komunisme tentang manusia adalah bahwa, manusia itu makhluk material an sich, yang tindakannya didorong, jika bukan dideterminasi, oleh motif ekonomi, dan tak mengakui sisi ruhani. Akibatnya, semua kebijakan negara ditimbang dalam kerangka material, dan optik ekonomi sebagai satu-satunya teropong. Perekonomian rakyat dikontrol secara ketat oleh negara, kebebasan dibungkam, kepemilikan pribadi diabaikan dan lain-lain yang tak sesuai dengan kodrat manusia. Dari kasus US tertesebut, kita mengambil satu tesis: sistem apapun (ekonomi, pilitik, budaya dll) yang tidak mempertimbangkan manusia dalam keutuhannya, akan gagal.

Lalu, apa manusia yang utuh itu? Pertanyaan ini mengarah pada, apa saja komponen utama yang membentuk seseorang sehingga disebut manusia? Salahsatu tawaran jawaban adalah dari tradisi sufisme, Islam esoterik. Dalam tradisi sufisme, manusia terdiri dari: tubuh, jiwa, dan ruh.

Unsur paling luar manusia adalah tubuh. Tubuh bersifat material (mulky, matter). Karenanya, tubuh mengikuti hukum material, dalam konteks ini hukum biologis. Tangan kita terkena api, dia akan terbakar dst. Bila ada masalah dengan tubuh, kita hanya perlu datang ke dokter. Agar tubuh sehat, kita olahraga, makan makanan yang sehat pula. Hidup yang terlalu berlebih menekankan pada tubuh membuat seseorang menjadi materialisme (matre), hidup itu kini dan di sini. Tidak seperti pada sejumlah tradisi spiritual yang memandang “kotor”, penghalang spiritual, dasarnya, dalam Islam tubuh dipandang secara netral, tidak negatif sepanjang ia patuh pada-Nya. Bahkan, bagi orang beriman, tubuh menjadi “masjid”, tempat sujud bagi orang-orang yang patuh. Karenanya, seperti melihara masjid, seseorang harus merawat, membersihkan, dan dimakmurkan dengan segala bentuk aktivitas penghambaan (ubudiyah).

Jiwa (nafs) merupakan dimensi tengah (barzakh), yang terkait emosi dan sebagainya (psyke). Dimensi tengah maksudnya bahwa, jiwa berada antara dunia material dan dunia spiritual. Karena itu, jiwa dapat dipengaruhi oleh tubuh-material, dan ruh-spiritual. Jiwa dapat dipengaruhi oleh aspek material. Misalnya, saat kekurangan uang, kita merasa tertekan, stress dan seterusnya. Jiwa pun dapat dipengaruhi oleh ruh. Misalnya, saat kita marah, kerap kita diminta untuk mengendalikan kemarahan. Kemarahan adalah aktivitas kejiwaan. Lalu, apa yang mengendalikannya. Ruhlah yang mengendalikan. Bila ada masalah dengan jiwa, biasanya orang lari ke psikiater atau konsultan kejiwaan. Sebagaimana tubuh, agar jiwa kita sehat, jiwa harus dilatih disiplinkan dengan mengaktualkan potensi, daya-daya kejiwaan. Olah-jiwa dapat dilakukan dengan dengan berfikir dan berfilsafat. Dalam tradisi sufi, kita mengenal dzikir. Dzikir adalah latihan jiwa agar jiwa selalu mengingat-Nya.

Ruh adalah unsur dalam (inner, divine) manusia. Ruh bersifat ilahi (divine), spiritual. Karenanya, dalam al-Quran disebutkan: mereka bertanya tentang ruh. Katakanlah, ruh adalah urusan Tuhan. Dan tidaklah diberikan (pengetahuan tentangnya), kecuali sedikit. Pada dasarnya, ruh adalah “pembisik”, atau yang bisa disebut sebagai hati nurani, aql, atau intelek. Bila tubuh dan jiwa haris dilatih, maka ruh tidak! Ruh hanya perlu kita dengar!

Wa Allahu a’lam bi al-shawabi

Jakarta, 20 September 2013

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: