ISLAM-RAMAH

September 17, 2013

Mengingat Allah (Dzikrullah)

Filed under: AGAMA — ruhullah @ 8:10 am

zikirSaya yakin, setiap orang pernah mengalami “kegalauan” dalam menghadapi persoalan hidup sehari-hari. Pada tingkat yang paling gawat, orang mengalami stress, depresi atau bahkan gangguan jiwa. Sebetulnya, kegalauan, stres, depresi, dan gangguan kejiwaan yang menyebabkan hidup terasa sempit itu disebabkan oleh: pelalaian, mengesampingkan zikir, mengingat Allah.

Dan barangsiapa berpaling dari mengingat-Ku, Maka Sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta“. (QS. Thaha [20]: 124).

Lalu, apa yang harus kita lakukan jika kita mengalami bermacam kegalauan hidup tersebut.

Orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram”. (QS. al-Ra’d [13]: 28)

Al-Quran memberi resep menghadapi rasa galau, stress, depresi, dan gangguan jiwa adalah: zikir. Apakah zikir itu? Dalam al-Quran, kata dzikr terulang lebih dari 250 kali berikut turunan katanya. Secara harfiah, dzikr berarti “mengingat”. Sedangkan secara istilah, dzikr bermakna: upaya mengingat Allah dengan ungkapan-ungkapan tertentu, dilakukan secara berulang-ulang. Menariknya, Allah memerintahkan zikir sebanyak-banyaknya dan dalam kondisi apa pun.

Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya” (QS. Al-Ahzab [33]: 41)

Ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk, dan di waktu berbaring “ (QS. Al-Nisa [3]: 103)

Manfaat zikir. Pertama, mendekatkan diri pada Allah. Allah berjanji dalam al-Quran:

Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku”. (QS. al-Baqarah [2]: 152)

Dalam hadits qudsi, yang masyhur di kalangan sufi, Allah pun menyebutkan,”Aku adalah pendamping siapa pun yang ingat akan Daku.” Selanjutnya, agar diri dekat dengan Allah melalui zikir, maka saat berzikir diri harus hadir (hudhur). Kedua, makanan ruhani. Dalam Kimiyah al-Sa’adah, al-Ghazali menjelaskan bahwa, manusia terdiri dari sisi lahir dan batin. Sisi lahir memiliki kebutuhan, seperti makanan, minum, vitamin dan sebagainya. Jika tubuh lahir kita kekurangan makanan, ia akan sakit. Hal tersebut pun berlaku pada tubuh batin kita. Batin kita akan sakit secara ruhani bila tidak dipenuhi kebutuhannya. Makanan ruhani batin kita yang utama adalah: zikir. Dengan zikir, batin kita sehat!

Metode Zikir. Dalam tradisi Islam, ada dua metode (thariqah) zikir. Pertama, zikir lisan, berarti zikir yang disuarakan dengan lidah zahir. Zikir ini disebut juga zikir jahri (zikir terang-terangan). Kedua, zikir kalbu, berarti, zikir yang dilantunkan dalam hati. Zikir ini disebut juga zikir khafi (samar-samar, tersembunyi). Kedua metode zikir tersebut disinggung dalam al-Quran:

Berzikirlah kamu kepada Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai (QS. al-A’raf [7]: 205)

Contoh zikir. Dalam satu riwayat sufi diceritakan: Sahl al- Tusari berkata kepada kepada muridnya. Usahankanlah menyebut sepanjang hari “Ya Allah, Ya Allah, Ya Allah”. Lakukanlah hari berikutnya, dan hari berikutnya lagi—sampai mengucapkan kata itu menjadi kebiasaan. Lalu ia disuruh mengulanginya pada malam hari juga, sampai menjadi begitu biasa sehingga sambil tidur pun diucapkan. Lalu ia berkata,”jangan diulang lagi, tetapi segenap inderamu pusatkan pada zikir pada Allah.” Ia dilakukan oleh sang murid, sampai ia tenggelam dalam pikiran tentang Allah. Pada suatu hari, waktu ia sedang ada di dalam rumah, sebatang kayu menjatuhinya sehingga kepalanya pecah. Titik darah yang jatuh ke bumi membentuk kata “Allah, Allah, Allah.”

Wa Allahu a’lam bi al-shawabi

(Materi Ceramah di Graha Persada, PT. Sokatama Persada pada 4 September 2013)

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: