ISLAM-RAMAH

Desember 23, 2010

Pengetahuan Presentasional

Filed under: FILSAFAT — ruhullah @ 8:57 am

Dalam Philosophical Instructions: An Introduction Contemporary Islamic Philosophy (1999), Mohammad Taqi Mishbah Yazdi membagi pengetahuan menjadi dua: pertama,pengetahuan dengan kehadiran (‘ilm al-hudhuri/presentational knowledge/ knowledge by presence), yaitu pengetahuan yang menukik pada esensi objek yang diketahui dimana hakikat objek tersaksikan langsung oleh subjek. Kedua, pengetahuan perolehan (‘ilm al-hushuli/acquired knowledge), yaitu pengetahuan yang didapat lewat perantaraan konsep. Subjek menangkap objek melalui konsep yang merepresentasikan objek. Konsep merupakan gambaran mental yang merupakan cermin dari objek. Selanjutnya, catatan ini hanya akan menyoroti pengetahuan presentasional.

Manunggaling Subjek-Objek

Bagaimana struktur pengetahuan presentasional? Pengetahuan terkait dengan kesadaran. Pada dasarnya, kesadaran adalah aktifitas menyadari itu sendiri. Aktifitas menyadari mengandaikan adanya subjek, pelaku, yang menyadari. Dan aktifitas menyadari selalu berarti “sadar akan sesuatu”. Dengan kata lain, kesadaran bersifat intensional, selalu memerlukan objek (sesuatu yang disadari). Oleh sebab itu, struktur kesadaran terdiri dari dua unsur fundamental: subjek dan objek. Kesadaran merupakan pondasi pengetahuan. Jadi, aktifitas mengetahui sama dengan aktifitas menyadari. “saya menyadari” berarti “saya mengetahui”. Karena itu, struktur kesadaran sama dengan struktur pengetahuan.

Uniknya, dalam pengetahuan presentasional, subjek dan objek tidak terpisah. Subjek dan objek “manunggal”. Disini perlu diulas sedikit tentang subjek dan objek. Subjek diartikan sebagai pelaku yang menyadari, yang mengetahui. Sedangkan kata objek dimaknai sebagai sesuatu yang disadari oleh subjek. Dalam kasus pengetahuan presentasional, objek yang dimaksud adalah objek internal atau objek imanen atau objek-subjektif yang hadir tak terpisah dari subjek. Objek seperti ini hadir secara langsung pada subjek tanpa sarana pengindraan, percobaan, atau konsep-konsep mental.

Salah satu contoh pengetahuan presentasional adalah pengetahuan diri. Setiap orang mengetahui diri secara intuitif, sederhana dan langsung. Diri tidak diketahui melalui sebuah proses inferensi, atau penyimpulan dari konsep, tapi langsung dialami secara eksistensial. Karena demikian gamblang dan benderang, maka tidak ada seorang pun yang sanggup menyangkal keberadaan dirinya. Bahkan kaum sofis sekalipun! Contoh lainnya adalah kesadaran kita akan: keadaan, sentimen, perasaan jiwa, kemampuan mempersepsi dan bergerak, bentuk-bentuk dan konsep-konsep mental (kesadaran langsung tentang kehadiran bentuk dan konsep, bukan sifat fungsionalnya). Karena kemanunggalan subjek-objeknya, pengetahuan presentasional tidak dapat salah, atau keliru (infallible).

 

Mampang, 22 Desember 2010

1 Komentar »

  1. Ini bahan ujian ya pak, hehehe thanks

    Komentar oleh mochamad slamet — Januari 10, 2011 @ 1:32 pm | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: