ISLAM-RAMAH

September 17, 2010

MANUSIA BERPUASA: SEBUAH TELAAH FENOMENOLOGIS

Filed under: FILSAFAT — ruhullah @ 3:51 am

Distansi atas Alam Jasmani

Apakah yang bisa kita tangkap dengan mudah tentang puasa? Dalam puasa, manusia menghindarkan diri dari MMS (makan, minum, seks), berbagai hiburan dan segala yang memanjakan tubuh dalam jangka waktu tertentu. Itulah gejala umum orang berpuasa. Puasa sendiri adalah fenomena umum dalam agama-agama di dunia. Karena itu, dapat dikatakan, puasa adalah sesuatu yang penting dalam hidup beragama.

Selanjutnya, jika kita mengatomisasi gejala manusia berpuasa, kita lihat bahwa, manusia berpuasa selalu menampilkan puasa sebagai sesuatu “yang disengaja” dan dilakukan secara”merdeka”. Intinya, dengan “kehendaknya sendiri” menetapkan: aku akan berpuasa! Dengan penetapan tersebut, manusia melakukan distansi, “mengambil jarak’ antara diri dengan alam jasmani, aku dan kejasmanian.

Seperti kita ketahui,secara kejasmaniaan, manusia punya naluri untuk mempertahankan diri. Naluri mempertahankan diri tersebut “melekatkan” pada diri manusia, bukan sekedar  “menumpang”. Karenanya, naluri ini bersifat kodrati.  Kecenderungan untuk makan dan minum adalah salahsatu unsur penting naluri mempertahankan diri. Pada dasarnya,naluri makan dan minum merupakan naluri untuk “menyatukan diri” dengan barang-barang jasmani untuk mempertahankan diri. Kecenderungan naluria tersebut membuat manusia selalu “bersama dengan” barang-barang jasmani. Dengan berpuasa,manusia memutus hubungan dalam waktu-waktu tertentu. Pasti, memutuskan sama sekali adalah mustahil, tidak mungkin. Hanya waktu-waktu tertentu saja! Itulahyang disebut distansi atau pengambilan jarak. Manusia mengadakan jarak terhadap alam jasmani, terhadap makan dan minum. Bahkan, manusia mengadakan jarak terhadap kejasmaniaannya sendiri. Betul bahwa, setiap orang mengalami nalurinya, kecenderungan kodratinya. Namun, dia mampu membedakan atau seakan-akan memisahkan dirinya, pribadinya dari kecenderungannya itu.

Dalam gejala manusia berpuasa tampak bahwa, manusia tidak dideterminasi, “ditentukan” oleh alam jasmaninya. Kejasmaniaan, sebagai unsur kodrati, tidak mampu memaksa. Manusia selalu mampu berkata “tidak” pada kejasmaniaannya. Disini,manusia tampil sebagai subjek yang otonom terhadap alam jasmani dan terhadap dirinya sendiri sebagai makhluk jasmani. Dengan berpuasa, manusia sadar akandirinya, kepribadiannya, dan kemerdekaanya.

Antara Barang Jasmani dan Tuhan

Bagi manusia religius,ada dua yang dihadapi dalam keseharian: Tuhan dan barang-barang jasmani. Barang-barang  jasmani memberi kenikmatan. Dengan berpuasa, seseorang melepaskan kesenangan akan barang-barang itu, dan mencoba menjalin relasi dengan barang-barang secara teratur. Bagi manusia berpuasa,   barang-barang jasmani adalah sesuatu yang berguna asalkan digunakan secara teratur, dan  tidak terseret, tenggelam dalam kesenangan dalam penggunaanya. Barang dilihat sebagai yang berguna, sekaligus yang beresiko mengundang bahaya. Beresiko tidak untuk hidup jasmani, tetapi hidup ruhaninya,jiwanya. Penggunaan barang secara tidak teratur, terseret oleh kenikmatan, membuat jiwa  tidak sempurna, tidak mendekati Tuhan. Manusia berpuasa sadar, bila ia tenggelam dalam kubangan kesenangan akan membahayakan relasinya dengan Tuhan. Dia yakin, relasi itu akan lebih baik jika ia bertirakat, berpantang diri, membersihkan diri, agar dekat dengan  Tuhan.

Jadi, dalam konteks beragama,manusia berpuasa adalah manusia yang memandang dirinya menuju Tuhan. Barang-barang dunia dan kejasmaniannya dipandang sebagai perintang. Manusia berikhtiarmengalahkan daya pikat itu dengan berpantang, berpuasa. Dengan tindakannya tersebut, diyakini akan memperlancar gerak menuju, menemui Tuhan.

(Diadaptasi dari: N.Driyarkara, Percikan Filsafat, Jakarta: PT. Pembangunan Jakarta, 1989,h. 186-189)

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: