ISLAM-RAMAH

September 28, 2009

DASAR PENGETAHUAN

Filed under: FILSAFAT — ruhullah @ 5:05 am

Manusia adalah satu-satunya makhluk yang mengembangkan pengetahuan secara serius. Manusia mengembangkan pengetahuan untuk “mengatasi” kebutuhan kelangsungan hidup. Manusia mengembangkan kebudayaan, memaknai hidup dst. Minimal ada dua faktor yang menyebabkan manusia mampu mengembangkan pengetahuan. Pertama, manusia mempunyai bahasa yang mampu mengkomunikasikan informasi dan jalan pikiran yang melatari informasi tersebut. Kedua, kemampuan berfikir menurut suatu alur kerangka berfikir tertentu (penalaran).

Penalaran
Penalaran terkait dengan kegiatan berfikir. Ciri-ciri penalaran: Pertama, pola fikir tertentu (logika). Kedua, sifat analitik. Suatu kegiatan berfikir berdasarkan langkah-langkah tertentu.

Logika
Logika adalah “pengkajian untuk berfikir secara shahih”. Ada dua penarikan kesimpulan dalam logika. Pertama, logika induktif, penarikan kesimpulan dari kasus-kasus individual menjadi kesimpulan yang lebih umum. Keuntungan logika induktif: 1) ekonomis (memampatkan realitas yang beragam dalam satu pernyataan umum yang merupakan esensi dari fakta, dan sekaligus struktur dasar yang menyangga wujud). 2) dimungkinkannya proses penalaran selanjutnya, baik secara induktif maupun deduktif. Kedua, logika deduktif, penarikan kesimpulan dari hal atau pernyataan yang bersifat umum menjadi kasus yang bersifat individual (khusus).

Sumber Pengetahuan
Secara umum, sumber pengetahuan ada dua: rasio dan pengalaman. Rasionalisme: sumber pengetahuan adalah rasio, bersifat a priori (prapengalaman) didapat melalui penalaran rasional. Masalahnya: pengetahuan yang dihasilkan bersifat solipsistik (hanya benar dalam kerangka pemikiran tertentu yang berada dalam benak orang yang berfikir tersebut), dan subjektif.

Empirisme: pengetahuan didapat lewat pengalaman konkret, lewat pancaindera. Masalahnya: 1) Pengetahuan yang dikumpulkan menjadi sekedar koleksi fakta, belum menjadi pengetahuan yang sistematik.. 2) Apakah pengalaman itu? Apakah hal itu yang merupkan stimulus pancaindera? Atau sensasi? Atau persepsi? Apakah pancaindera dapat diandalkan?

Sumber pengetahuan lain:
Intuisi: pengetahuan yang didapatkan tanpa melalui proses penalaran tertentu.bersifat personal, tak teramalkan. Ia bisa digunakan sebagai: hipotesis. Wahyu: pengetahuan yang disampaikan Tuhan kepada manusia.

Kriteria Kebenaran
Pertama, teori koherensi: suatu pernyataan dianggap benar bila pernyataan itu bersifat koheren atau konsisten dengan pernyataan-pernyataan sebelumnya yang dianggap benar. Kedua, teori korespondensi: suatu pernyataan benar jika materi pengetahuan yang dikandung pernyataan itu berkorespondensi (berhubungan) dengan objek yang dituju oleh pernyataan tersebut. Ketiga, teori pragmatis:kebenaran suatu pernyataan benar jika pernyataan itu memiliki kegunaan dan bersifat fungsional dalam kehidupan praktis.

Disarikan dari: Jujun S., Suriasumantri, Filsafat Ilmu: Sebuah Pengantar Populer, ( Jakarta: Pustaka Sinar Harapan, 2007).

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: