ISLAM-RAMAH

September 22, 2008

EVOLUSI AKAL BUDI AUGUSTE COMTE

Filed under: FILSAFAT — ruhullah @ 7:01 am

Positivisme

Auguste Comte (1798-1857) dikenal sebagai pelopor positivisme.  Positivisme adalah paham dan gerakan pemikiran yang menekankan sains dan ilmu positif sebagai puncak perkembangan pengetahuan manusia dan bahwa metode kerja ilmu positif merupakan satu-satunya metode yang dapat memberikan pengetahuan yang objektif benar tentang kenyataan yang ada.

 

Hukum Tiga Tahap Pemikiran

Titik awal pemikiran filsafat Comte adalah apa yang disebut “Les trios ages de la raison” (hukum tiga tahap pemikiran).  Menurut Comte, pemikiran manusia, baik individual maupun kolektif sebagai suatu bangsa, kebudayaan dan sejarah pemikiran pada umumnyas, berkembang melalui tiga tahap, yaitu: tahap teologis, metafisis dan positif-ilmiah

 

Tahap Teologis

Tahap ini, oleh Comte, dirinci menjadi tiga tahap lagi, yaitu: tahap animisme, politeisme dan monoteisme.  Dasar pemikiran pada tahap pemikiran ini adalah bahwa gejala-gejala alam merupakan hasil tindakan langsung dari Yang Ilahi.  Pada tahap animisme, semua benda dianggap berjiwa, khususnya benda-benda yang diangap sakral (suci atau keramat).  Dalam tahap politeisme dipercayai adanya banyak dewa di balik gejala-gejala alam.  Akhirnya, pada tahap monoteisme meyakini bahwa ada satu kekuatan atau actor Ilahi tunggal di balik semua- gejala alam.

 

Tahap Metafisis

Pelaku Ilahi pada tahap teologis diganti dengan daya kekuatan abstrak yang dipercayai sebagai penyebab gejala-gejala yang teramati.

 

Tahap Positif-Ilmiah

Manusia mulai menolak untuk berspekulasi mencari arche (asal-muasal) realitas.  Pemikiran manusia mulai terarah pada usaha menemukan hukum alam yang dapat menjelaskan gejala-gejala alam berdasarkan pengamatan inderawi dan penalaran.  Metode ilmiah digunakan untuk menggali dan menemukan fakta-fakta empiris, serta membuat prediksi berdasarkan hukum kausalitas (sebab-akibat).  Menurut Comte, manusia mengetahui supaya siap untuk bertindak (savoir pour prevoir).  Sains memunculkan prediksi, dan prediksi memunculkan aksi. 

 

Sumber: J. Sudarminta, Positivisme, Materialisme dan paham Kemajuan Abad XX, makalah Sejarah Pemikiran Modern STF Driyarkara Jakarta, h. 1-3

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: