ISLAM-RAMAH

September 18, 2008

NILAI SENI

Filed under: RENUNGAN — ruhullah @ 8:11 am

Manusia adalah makhluk yang cenderung dan tertarik   pada keindahan, baik keindahan akhlak maupun keindahan bentuk. Seseorang akan berupaya semaksimal mungkin, bahkan hingga masalah berpakaian sekalipun, agar penampilannya tampak indah.

 

Secara fitri, manusia dianugerahi Allah SWT hati yang mampu tersentuh oleh sesuatu yang indah. Tiap insan cinta keindahan, seperti halnya mencintai kebenaran. “Siapa yang tidak berkesan hatinya di musim bunga dengan kembang-kembangnya, atau oleh alat musik dan getaran nadanya, maka fitrahnya telah mengidap penyakit parah yang sulit diobati,” tulis Imam al-Ghazali dalam Ihya’ Ulummuddin.

 

Ekpresi cinta kebenaran manusia melahirkan ilmu pengetahuan. Sedangkan cinta akan keindahan dituangkan melalui wahana seni. Seni merupakan sarana penuangan naluri estetis manusia.

 

Diakui atau tidak, tiap manusia pasti pernah mengalami pengalaman merasakan keindahan, seperti menikmati indahnya semburat cahaya saat matahari tenggelam di ufuk barat, atau merasakan lembutnya bunyi gemericik air di tengah kesenyapan rimba, atau menatap keelokan pelangi yang membelah kanvas langit biru dan sebagainya. Orang beriman akan memaknai pengalaman akan keindahan sebagai sebuah “sapaan” Allah Swt.  Kami akan perlihatkan kepada mereka ayat-ayat Kami di segenap ufuk dan diri mereka sendiri sehingga jelas bagi mereka bahawa alquran adalah benar.” (QS. Fusshilat:53) Kemudian manusia mengabadikan itu dalam berbagai bentuk. Seni adalah ekspersi manusia yang mencoba melukiskan kembali keindahan Ilahi tersebut. Oleh karena itu, ide utama di balik ini adalah bahwa seni merupakan wahana ibadah. Bukankah Allah SWT dapat didekati dengan berbagai cara? Dan salah satu caranya adalah dengan mengekspresikan ketakjuban keindahan-Nya dalam bentuk seni.

 

Jadi, seni harus mampu melahirkan efek positif, yaitu mengakui keagungan dan keindahan Allah SWT yang tiada tara. Seni tidak bebas nilai. Ia mengusung nilai. Oleh sebab itu, aktivitas seni merupakan perenungan panjang yang bermuara pada rasa kagum akan keagungan Ilahi. Seni tidak sekadar ekspresi, bukan hanya bunyi-bunyian musik, puisi, tari, lukis, kaligrafi, maupun teater, dan tidak menerbitkan aura perubahan, pada hati dan kehidupan. Seni menjadi alat pemnacar getaran Ilahi pada sukma yang bernurani.  

 

Yang terpenting, seni merupakan pengasah kepekaan nurani. Harus diakui, orang-orang yang bergelut di dunia seni adalah manusia-manusia istimewa yang memiliki kepekaan di atas rata-rata manusia lainnya. Pada hakikatnya, getaran-getaran keindahan yang mereka tangkap pada tiap titik embun yang bersemayam pada sehelai daun di pagi hari, dan halusnya hembusan angin semilir di tengah pekatnya alam merupakan ayat-ayat Allah SWT. Sesungguhnya Allah Maha Indah dan menyenangi keindahan” (HR. Muslim).

 

Wa Allahu a’lam bisshawabi

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: