ISLAM-RAMAH

September 18, 2008

HAK ANAK

Filed under: RENUNGAN — ruhullah @ 5:34 am

Mengapa terjadi kekerasan terhadap anak-anak? Jawabannya beragam. Yang pasti,  ada kekeliruan dalam memandang anak.  Kekeliruan itu disebabkan tiadanya pengetahuan tentang hak-hak anak.

 

Ada dua hak dasar anak , yaitu : pertama, mendapatkan nama yang baik.  Abul Hasan bercerita: suatu hari seseorang bertanya kepada Rasulullah Saw,”Ya Rasulullah, apakah hak anakku terhadapku?” Nabi menjawab:”Engkau baguskan nama dan pendidikannya; kemudian engkau tempatkan ia di tempat yang baik.” Nama menunjukkan identitas, baik identitas keluarga, bangsa, bahkan aqidah.

 

Nama berkaitan dengan pembentukan konsep diri.  Secara tak sadar orang akan didorong memenuhi citra yang terkandung dalam namanya.  Teori labelling (penamaan) menjelaskan kemungkinan seorang menjadi jahat karena masyarakat menjulukinya sebagai penjahat.  Berilah gelar “jorok” kepada anak. Seumur hidup anak itu akan menjadi orang yang jorok.  Gelarilah ia “si pemurah”, dan ia besar kemungkinan akan berusaha pemurah.  Seorang anak akan menuntut orangtuanya pada hari akhirat, atau bisa jadi di dunia ini, bila nama yang diberikan padanya membawa petaka dalam kehidupannya.

 

Kedua, memperoleh kasih sayang.  Tiap orangtua pasti menyayangi dan mengasihi buah hatinya.  Masalahnya, tidak tiap orang tua mampu mengekpresi dan mengkomunikasikan kasih sayangnya dalam perilaku dan perkataan yang terlihat serta didengar oleh sang anak.  

 

Ummu al-fadhl bercerita: suatu ketika aku menimang seorang bayi. Rasul Saw kemudian mengambil bayi itu dan menggendongnya.  Tiba-tiba sang bayi pipis dan membasahi pakaian Rasul. Segera kurenggut secara kasar bayi itu dari gendongan Rasul. Rasul pun menegurku,”pakaian yang basah ini dapat dibersihkan oleh air, tetapi apa yang dapat menghilangkan kekeruhan dalam jiwa sang anak akibat rengutanmu yang kasar itu?

 

Rasulullah Saw berpesan,”hormatilah anak-anakmu dan didiklah mereka.  Allah memberi rahmat kepada seseorang yang membantu anaknya sehingga sang anak dapat berbakti kepadanya.” Sahabat Nabi bertanya,”bagaimana cara membantunya?” “Menerima usahanya walaupun kecil, memaafkan kekeliruannya, tidak membebaninya dengan beban yang berat, dan tidak pula memakinya dengan makian yang melukai hatinya,” jawab Rasulullah Saw.

 

Jadi, Jika anak dibesarkan dengan celaan, ia belajar memaki. Jika anak dibesarkan dengan permusuhan ia belajar berkelahi. Jika anak dibesarkan dengan cemoohan, ia belajar rendah diri. Jika ia dibesarkan dengan hinaan, ia belajar menyesali diri. Jika anak dibesarkan dengan toleransi, ia belajar menahan diri. Jika anak dibesarkan dengan dorongan, ia belajar percaya diri. Jika anak dibesarkan dengan pujian, ia belajar menghargai. Jika ia dibesarkan dengan kasihsayang dan persahabatan,  ia belajar menemukan cinta dalam kehidupan.

 

 

 

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: