ISLAM-RAMAH

September 16, 2008

Tauhid: Modus Mengada dan Pandangan-Dunia

Filed under: AGAMA — ruhullah @ 2:51 am

‘Setiap doktrin atau filsafat hidup

secara tak terelakkan berdasar atas

semacam kepercayaan, suatu penilaian tentang hidup

 dan semacam penafsiran tentang dunia.

Cara berpikir suatu mazhab (pemikiran) mengenai hidup dan dunia dipercayai merupakan dasar dari seluruh pemikiran aliran tersebut.

Dasar ini disebut sebagai pandangan atau konsepsi-dunia.

Semua agama, sistem sosial, dan filsafat sosial (pada gilirannya) didasarkan pada suatu pandangan-dunia tertentu.

Semua tujuan yang diajukan suatu mazhab pemikiran, cara-cara dan metode-metode yang dilahirkannya merupakan bagian dari pandangan dunia yang dianutnya’

Murtadha Muthahhari

 

 

Pada dasarnya, tauhid adalah pandangan ketuhanan (teologi).  Tauhid tersimpul dalam kredo persaksian (syahadat) Muslim, “tidak ada tuhan selain Allah.” Kalimat tersebut  terdiri dari dua konsep, yakni “menidak” (nafi), dan “meng-iya” atau peneguhan (itbat). “Menidak” adalah tindakan khas manusia, sebuah pola eksistensial (mengada). Inilah konsep destruksi tauhid: peruntuhan, dan penghancuran segenap tuhan-tuhan palsu. Destruksi Tauhid merupakan keniscayaan, prasyarat mutlak untuk afirmasi, atau  konstruksi Tauhid: pengakuan kepada Tuhan Yang Esa, Allah.     

 

Murtadha Muthahhari, ulama-filosof Iran,  membagi tauhid menjadi dua, yaitu tauhid teoretis dan tauhid praktis. Tauhid teoretis terdiri dari: pertama, tauhid dzati yakni meyakini bahwa Allah adalah wajib al-wujud, maha esa,  tidak ada dualitas atau pluralitas, dan tak memiliki kesamaan. (QS. 42:11, 112:4) Kedua, tauhid sifati, yaitu meyakini ketunggalan sifat dengan zat-Nya. Ketiga, tauhid fi’li adalah mempercayai bahwa Allah adalah pencipta, penguasa, dan pengatur kosmos raya. Sedangkan tauhid praktis adalah tauhid dalam ibadah. Tauhid tipe ini memiliki dua sisi, yaitu sisi Allah dan sisi manusia. Sisi Allah adalah bahwa tidak ada satu pun yang berhak disembah selain Allah. Sisi manusianya adalah bahwa hamba-hamba  (abid) tidak boleh menyembah sesembahan (ma’bud) selain Allah.

 

Dalam Islam, bagi Muthahhari,  tauhid bukan sekedar gugus keyakinan teologis, tetapi juga sebuah bingkai epistemologis. Dengan kata lain, tauhid adalah teropong realitas, cara memandang dunia. Oleh sebab itu, tauhid merupakan  pandangan dunia.

 

Muthahhari mendefinisikan pandangan-dunia tauhid adalah pemahaman bahwa alam dapat maujud melalui kehendak bijak, dan bahwa tatanan kemaujudan berdiri di atas dasar kebaikan dan rahmat, agar maujud-maujud dapat mencapai kesempurnaan mereka (Muthahhari 1994, 19).  Dengan kata lain, alam semesta ini sumbunya satu (unipolar) dan orbitnya satu (uniaxial). Artinya, hakekat alam semesta ini berasal dari Allah/Inna Lillah dan akan kembali kepada-Nya/Inna ilaihi raji’un (Muthahhari 2002, 56).

Wa Allahu a’lam bi al-shawabi

 

 

Referensi

 

Muthhhari, Murtadha, Pandangan-Dunia Tauhid, Bandung: Yayasan Muthahhari, 1994

__________, Manusia dan Alam Semesta, Jakarta: Lentera, 2002

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: