ISLAM-RAMAH

Agustus 11, 2008

RINGKASAN EPISTEMOLOGI RENE DESCARTES (1596-1650)

Filed under: FILSAFAT — ruhullah @ 3:57 am

Metode Kesangsian

Descartes mencari fundamentum certum et inconcussum veritatis (kepastian dasariah dan kebenaran yang kokoh). Metode untuk itu adalah le doute methodique (metode kesangsian). Menyangsikan/meragukan secara radikal yang berakhir pada kesimpulan  je pense donc je suis/ cogito ergo sum (aku berfikir, maka aku ada). Cogito: kesadaran-diri, yang merupakan kebenaran dan kepastian karena aku mengerti secara jelas dan terpilah-pilah (claire et distincte).

 

Idea Bawaan: Hal-hal yang dapat ditangkap dengan kepastian intutif.

Usaha Descartes dibagi dua langkah :  

langkah ke dalam dan langkah ke luar.

Langka ke dalam:

Dunia luar tidak dapat dipercaya, maka mencari ke dalam diri. Descartes menemukan tiga

idea Bawaan (ideae innatae). Ide bawaan punya makna ganda: ide-ide tersebut berasal dan ditanam oleh Allah, dan ide-ide itu ditemukan dalam diri, terlepas dari pengaruh dunia empiris.

 

1)      Ide pemikiran (cogitatio): aku paham diriku makhluk yang berkesadaran, maka aku harus menerima: pemikiran/kesadaran adalah hakikatku.  

2)      Ide Allah (deus): dalam berfikir/bekerja, aku menghendaki kesempurnaan. Padahal kesempurnaan tidak berasal dariku, sbb aku bukan makhluk sempurna. Karena itu, harus ada sebab dari ide kesempurnaan itu. Itulah Allah.

3)      Ide keluasan (extentio): segala di sekitarku bisa kumengerti dalam satuan geometris (panjang, lebar, tinggi, dll). Pemahaman ini mengandaikan aku punya ide keluasan.

 

Langkah ke luar:

Cogito memahami realitas alam-dunia. Menemukan substansi: ”ada” yang berdiri sendiri.

Ada tiga substansi: 1) Allah, 2) jiwa (pemikiran), dan 3) materi/keluasan.

Allah sebagai wujud sempurna tidak mungkin menipu.

Proses pengetahuan diawali dari Aku melalui Allah menuju dunia.

Dari sisi objek material (dunia), Allah yang pertama, segala berdasar pada-Nya.

Dari sisi pengetahuan: kesadaran manusia yang pertama.

 

SUBSTANSI

DI DALAM

DI LUAR

PIKIRAN

RES COGITANS

JIWA

KELUASAN

RES EXTENSA

MATERI/KEJASMANIAN

ALLAH

DEUS

DEUS

 

Warisan Descartes

Representasionisme: pikiran/kesadaran melukiskan kenyataan di luar kesadaran itu, dan dengan cara menyadari kesadaran kita sendiri (refleksi diri), kita mengenali kenyataan di luar diri kita.

Rasionalisme: pengetahuan diperoleh hanya dari rasio atau kesadaran, diturunkan lewat asas-asas apriori, dan tidak diperoleh dari pengalaman. material di luarnya.

Filsafat kontemporer (Derrida, Habermas, Rorty), menganggap Descartes sebagai cikal-bakal filsafat kesadaran/filsafat subjek yang memuncak pada filsafat Hegel. Filsafat kesadaran mencoba mengasalkan segala sesuatu pada subjek dan problem kesadaran. Subjek/kesadaran dipandang sebagai fondasi keanyataan. Inilah fondasionalisme. Fondasionalisme ditolak karena kenyataan dipahami seacr intersubjektif (Habermas) dan memasung kebeabsan interpretasi (Derrida dan Rorty).  

 

3 Komentar »

  1. Ane copas bro !!

    Komentar oleh Kaki Langit — Desember 22, 2010 @ 2:50 am | Balas

  2. in my opinion; rene descrates has logically in thinking about his concept. same with you..

    Komentar oleh indra putra — April 14, 2011 @ 2:24 am | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: