ISLAM-RAMAH

Agustus 11, 2008

Ringkasan Epistemologi John Locke (1632-1704)

Filed under: FILSAFAT — ruhullah @ 8:43 am

Darimanakah sumber pengetahuan yang bisa dipercaya? Dari mana pengetahuan itu berasal? ”Pengalaman. Semua pengetahuan kita berdasarkan pengalaman; dan dari pengalaman inilah pengetahuan berasal,” tulis Locke.

Mengkritik idea bawaan.

Pikiran/rasio adalah tabula rasa/ kertas kosong yang mendapatkan isi dari pengalaman.

Pengalaman terbagi dua:

1)       pengalaman lahiriah (sense/ external sensation) atau pengalaman indreawi, yang berhubungan dengan realitas material yang ditangkap dengan pancaindera.

2)       Pengalaman batiniah (internal sense/reflection) yang terjadi apabila kesadaran melihat aktivitasnya sendiri dengan mengingat, menghendaki, meyakini dsb.

Dari dua pengalaman tersebut diperoleh ide-ide sederhana (simple ideas): isi kesadaran yang berfungsi sebagai data-data empiris.

Idea sederhana dibagi empat:

1) diterima oleh satu indra. Ex. Warna diterima oleh indra mata.

2) diterima melalui beberapa indra,. Ex. Ruang dan gerak.

3) dihasilkan berdasarkan refleksi kesadaran. Ex. Kenangan/memori

4) yang menyertai sat-sat terjadinya proses penerimaan dan refleksi. Ex.  Ras tertarik, minat, dan waktu.

 

Setelah menerima   idea sederhana diterima, rasio membentuk idea kompleks (complex idea) dengan cara membandingkan, mengabstraksi, dan menghubungkan ide-ide sederhana tersebut.

Ada tiga jenis ide kompleks:

1)       substansi: sesuatu yang berdiri sendiri. Ex. Manusia/tumbuhan.

2)       Modi: ide kompleks yang keberadaannya tergantung kepada substansi. Ex. Siang adalah modus dari hari.

3)       Kausalitas. Ex. Air mendidih karena dipanaskan dengan api hingga 100 derajat celcius.

Yang ditolak Locke adalah pengetahuan a priori, bukan pengetahuan abstrak.

 

Kualitas

Locke membedakan antara idea (pengalaman/pengertian yang ditarik dari pengalaman) denga  kualitas (kekuatan pada objek untuk menghasilkan idea-idea dalam diri kita). Ex. Kualitas bola salju. Bola salju punya daya utk menghasilkan idea putih, dingin, dan bulat dalam diri subjek. Persepsi yang terjadi pada diri subjek disebut idea.

Kualitas terbagi dua:

1)       kualitas primer : sesuatu yang tidak dapat dipisahkan dari objek. Ex. Keluasan, gerak, massa. Idea simpleks berasal darinya

2)       kualitas sekunder: daya-daya yang mempengaruhi subjek, kenyataan subjektif, tidak ada pada subjek, berubah-rubah menurut persepsi subjek. Ex. Idea nikmat, merah dst.

 

Penekanan dalam pembagian dia atas:

1)       hakiki, dunia objektif real adanya.

2)       Objek dpt hasilkan macam-macam persepsi dlm subjek.

 

1 Komentar »

  1. so ide sederhaitu awal dari adanya ide kompleks ??

    Komentar oleh .... — Oktober 12, 2009 @ 2:15 am | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: