ISLAM-RAMAH

Juli 25, 2008

Tips membaca dan Memahami Pemikiran Filosof

Filed under: FILSAFAT — ruhullah @ 4:00 am

Banyak keluhan dilayangkan pada pemikiran filsafat.  Mengapa ? “filsafat itu sulit, rumit, mumet, tak jelas,”mungkin jawaban klise yang sering dituturkan. Benarkah filsafat “sesulit” anggapan umum orang ? bisa ya, bisa tidak. Namun, masuk dunia filsafat ibarat masuk sebuah rumah.  Kita akan kesulitan masuk ke dalam rumah bila tak punya “kunci” pintu rumah itu.  kecuali kalau kita seorang maling atau rampok. Nah, begitu pula masuk ke “rumah” filsafat.  Ada kunci untuk “terlibat” dalam membaca perdebatan lalu lintas pikiran filsafati. Apakah   “kunci pintu” rumah filsafat ? disini, saya akan memcoba mengusulkan beberapa tips : bagaimana  membaca pikiran filsafat dengan menyimak buku-buku filsafat.  

 

Pertama, harus disadari bahwa filsafat, sebagian besar, merupakan telor dari perenungan “eksistensial” seorang filosof.  Oleh karenanya, ketika membaca suatu karya filsafat cobalah untuk “terlibat” dalam teks dan wacana yang disajikan.  Kata “terlibat” berarti kita mentransposisikan diri kita menjadi “sang filosof.” Kita menjadi “sang filosof.” Disinilah arti penting kita tahu perjalanan hidup seorang filosof. Mungkinkah hal ini dilakukan ? Pertanyaan ini bisa dijawab dengan mengemukakan contoh penonton sinetron.  Penghayatan, keterlibatan penonton dalam suatu alur cerita sinetron  mampu membuat ia menangis, tertawa, geram, marah dsb. Salah seorang teman, waktu di asrama, satu hari mampu melahap dua sampai tiga buku Wiro Sableng.  “bagaimana kamu bisa membaca buku demikian banyak satu hari,” Tanya saya. “saya jadi Wiro Sableng” jawabnya. Jelas, membayangkan diri kita jadi seorang filosof  bukanlah suatu yang mustahil. Kedua, mulailah mengarungi pikiran seorang filosof dari buku-buku sekunder, pengantar, ensiklopedi.  Untuk mencari “alamat” pak Ari, di Jakarta, kita wajib tahu daerah Jakarta. Cara paling mudah yang bisa dilakukan adalah dengan melihat peta Jakarta. Masuk ke teks-teks filsafat persis seperti itu. kita akan tersesat, kehilangan konteks, yang berujung pada kebingungan, ketidakmengertian, kalau kita tak terampil dan piawai membaca “peta pemikiran.” Membuka tulisan  pengantar pemikiran seorang filosof dapat membantu kita menemukan peta pikiran tersebut. Ketiga, tiap filsafat merupakan merupakan sebuah paket pikiran tentang pandangan seorang filosof. Filsafat tak berangkat dari titik nol, kosong.  Ia berpijak pada suatu tesis sentral, organizing principle tertentu yang mengorkestrasi bangunan ide.  Dari poros pemikiran, tesis sentral, organizing principle itulah seorang filosof menganak-pinakkan  pemikirannya.  Bagaimana mengetahui poros pemikiran tersebut?  trik terbaik melacaknya adalah dengan bertanya. Yang paling pokok untuk dipertanyakan adalah :  bagaimana sang filosof memandang dan mencitrakan realitas? Sebuah pertanyaan ontologis.  Lalu, bagaimana realitas tersebut bisa dimengerti ? sebuah pertanyaan epistemologis.  Bagaimana  guna, manfaatnya pada kehidupan konkrit? Sebuah pertanyaan etis.  Konstruksi tiga pilar filsafat inilah yang, dalam tradisi filsafat, menopang bangunan pemikiran filosof. Dan, diantara trias filsafat itu, isu ontologi selalu menjadi menu utama, head-line yang disajikan terlebih dahulu oleh seorang filosof. Sebagai tambahan, yang tak kalah pentingnya, cari dan catatlah istilah-istilah kunci yang kerap digunakan sebagai instrumen koordinatif ide dari sang filosof, seperti istilah atom  dalam pemikiran Demokritos. Keempat, sempatkan waktu tuk merefleksikan, memikir ulang apa yang kita “tangkap” dari teks yang kita baca.

 

 

6 Komentar »

  1. disini q bukan mau komentar tidak ada yang di komentari semuanya sudah jelas.q cm mau menambah saja,
    kalau u ingin bisa mendapatkan pemkiran filosof maka trlebih dahulu u harus memahami tentang pelajaran filsafat. mulai dari pengertian filsafat,macam-macamnya dan sebagainya. dengan demikian u pasti akan mudah untuk befikir secara filisof,

    Komentar oleh saiful — November 23, 2008 @ 11:04 am | Balas

  2. Terimakasih sudah mengunjungi gubuk maya saya dan atas “tambahannya”.

    Komentar oleh ruhullah — November 24, 2008 @ 1:09 am | Balas

  3. duh mas ruhullah, makasih banget tipsnya…memang sangat sulit ya memahami filsafat…tapi setelah saya baca ini saya akan coba deh tips2nya ini god luck slalu mas:)

    Komentar oleh ratih jb — Mei 27, 2009 @ 2:12 am | Balas

  4. semoga akan menjadi ladang pahala karena berbagi tips juga merupakan ibadah. Thanks, Mas.

    Komentar oleh jubaedi — Oktober 13, 2009 @ 11:54 am | Balas

  5. Lama-lama tertarik juga nih, kalau boleh tulisan yang lainnya yang berkaitan dengan filsafat.

    Komentar oleh Parama — Oktober 15, 2009 @ 4:27 am | Balas

  6. sebelumnya, pilih aliran dari filsafat yang anda minati terlebih dahulu.

    Komentar oleh WELLY (Philia P Welistain) — Juli 17, 2010 @ 6:52 pm | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: