ISLAM-RAMAH

Juli 25, 2008

MEMAHAMI ARTI FILSAFAT

Filed under: FILSAFAT — ruhullah @ 3:17 am

Spirit Dasar

 

Memang berbahaya mencari kebenaran, tetapi lebih berbahaya bila merasa telah mendapatkannya”, tulis Goenawan Mohamad dalam Catatan Pinggir-nya. Itulah semangat filsafat.  Ribuan tahun yang lalu pun, dalam dialog Plato, Phaidros, menyinggung bahwa,” nama ‘orang bijaksana’ terlalu luhur untuk memanggil seorang manusia dan lebih cocok untuk seorang allah.”  Spirit filsafat adalah ihktiar untuk men-taqarrub-i kebenaran, kebijaksanaan. Bukankah makna dasar filsafat sendiri adalah : cinta kebijaksanaan ?

 

Berawal dari

 

Mengapa manusia rindu akan kebenaran dan kebijaksanaan? “Manusia adalah binatang Tuhan yang sakit” kata Scheler.  Dan Virus yang menjangkiti manusia adalah rasa ingin tahu.  Rasa ingin tahu itu sendiri didorong oleh rasa keheranan, rasa ketakjuban akan realitas yang belum terjelaskan.  Manusia pun  mencari jawab. Eksplorasi manusia yang berusaha memahami realitas menemukan cahaya jawabnya pada mitos.  Namun mitos tak mampu memuaskan dahaga rasa ingin tahu dan tak tahan uji. Filsafat lahir dari ketidakpuasan tersebut.

 

Pengkwadratan Realitas

 

Filsafat membicarakan, sebagai objek materialnya,  seluruh kenyataan (reality). “berfilsafat adalah cara berfikir yang meliputi segala bidang,” tutur A, Peperzak.  Kekhasan filsafat terletak dari perspektifnya (objek formal), yaitu kemenyeluruhannya, keradikalannya, kelogisannya, dengan diperangkati kebebasan eksplorasinya. Bahan dasar filsafat memang hidup keseharian manusia, dengan segala kekayaan pengalamannya,  tetapi –meminjam istilah Van Peursen–filsafat meng-kwadrat-kannya.     

 

Akhir al- Kalam

 

Masuk ke ruang filsafat meniscayakan keterlibatan eksistensial dengan isu dan perbincangan di dalamnya. Wittgenstein mengingatkan,”filsafat bukan ajaran melainkan suatu usaha.” Iqbal mempertegas bahwa,”pemikiran dari Barat dan pengetahuan dari Timur hanyalah berhala, tiada guna bila menyembahnya.” Ruh filsafat adalah “Tanya”. Ketika manusia berhenti bertanya, saat itulah akhir dari filsafat. Akhirnya, filsafat mengajak kita untuk dapat berfikir sendiri hingga sampai pada kesimpulan-kesimpulan sendiri serta menjadi saksi terhadap kebenaran yang diyakini.

 

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: