ISLAM-RAMAH

Juli 24, 2008

PETUNJUK “PENERBANGAN KE ALAM FILSAFAT

Filed under: FILSAFAT — ruhullah @ 1:01 am

Pertama, Anda harus belajar menjadi ‘pemula’, yakni: pemula dalam segala hal termasuk pemula dalam mengetahui hidup ini. Hanya mereka yang merasa pemula dapat merasa heran bahwa dunia ini ada, mereka ada, Tuhan ada, dan seterusnya. Menjadi pemula dalam segala hal berarti melihat segalanya seolah-olah untuk pertama kalinya melihat, maka reaksi yang muncul adalah keheranan. Pandanglah dengan ‘mata anak’ yang heran dengan segalanya. Filsafat bermula dari rasa heran macam ini.

 

Kedua, jangan percaya begitu saja bahwa dunia luar itu ada. Akal sehat mengatakan bahwa matahari yang muncul tiap pagi itu ada lepas dari kesadaran kita. Namun filsafat mempersoalkan apakah benda di luar pikiran kita itu sungguh berada di luar pikiran atau merupakan pantulan/konstruksi pikiran kita. Kontroversi rumit aliran-aliran filsafat dapat disederhanakan ke pertanyaan macam itu.

 

Ketiga, lucuti ciri-ciri konkret yang Anda lihat dan temukan ciri umum dalam hal-hal konkret itu. Singkirkan ciri-ciri meja di depan anda ini, seperti bentuknya,  warnanya, beratnya dst, maka pada analisa terakhir Anda akan menemukan ciri umum yang membuat meja itu sama dengan genting, mentimum, biri-biri, pulau jawa, hidung Anda dst. Ciri umum yang sangat abstrak itu disebut dalam berbagai nama, misalnya ”keluasan”, ”materi”, ”ada”, ”roh”, ”substansi”, ”idea”, dst. Berbagai aliran berkontroversi pada ranah ciri-ciri  umum dan abstrak itu.

 

Keempat, carilah titik pangkal dari segala sesuatu yang anda alami/amati. Manakah yang ada lebih dulu, buah apel yang Anda lihat atau pikiran Anda tentang apel? Pertanyaan ini sulit untuk dijawab, seperti pertanyaan mana yang lebih dulu ada, ayam atau telurnya. Namun dalam filsafat Anda harus memilih salah satu, maka Anda akan menemukan posisi Anda dalam menjelaskan segala sesuatu. Itu jugalah yang dilakukan oleh berbagai aliran filsafat.

 

Kelima, pikirkanlah bagian-bagian tanpa melepaskannya dari keseluruhan. Ilmu-ilmu pengetahuan, seperti kimia, ekonomi, psikologi, sosiologi, politologi, manajemen, arkheologi, dst. Memberi kita gambaran yang sangat spesifik tentang realitas khusus seperti perubahan zat, pertukaran nilai, emosi, masyarakat, dst. Filsafat tidak ingin mengisolasi macam itu, melainkan memberi Anda perspektif tentang keseluruhan. Karena itu,  cobalah melihat telepon seluler yang Anda genggam sebagai sebuah komponen dari jaringan komponen-komponen yang membentuk totalitas dunia alat-alat. Argumentasi filosofis tidak bermain dengan sebuah komponen, melainkan dengan totalitas jaringan komponen-komponen itu, dengan dunia ’alat-alat’, ’dunia’ sosial, ’dunia’ subjektif, dst. Sebab itu hindarilah pandangan ’mata-dekat’ dan upayakan untuk memiliki pandangan ’mata-jauh’.

 

Akhirnya, jika Anda masih belum merasa jelas, Anda harus banyak berlatih dengan membaca buku-buku filsafat ….

 

Dikutip dari: F. Budi Hardiman, Filsafat Modern dari machavelli sampai Nietzche, (Jakarta: Gramedia, 2007), h. Xiii-xv

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: