ISLAM-RAMAH

Juli 24, 2008

Keberislaman

Filed under: AGAMA — ruhullah @ 1:09 am

Agama adalah symbolic system, ujar Clifford Geerz.  Islam merupakan surga simbol.  Oleh karena itu, dibutuhkan daya hermeneutik  lebih untuk “menyeberangi” samudera simbol yang merupakan paduan dialektis antara, mengutip istilah Mircea Eliade,  sakralitas dan profanitas.  Inti keberagamaan adalah proses eksistensial menafsirkan simbol-simbol religius hingga mampu menembus tabir-tabir simbol lahiri (text) guna menggapai makna batin (core text) dalam lingkaran context kekinian. Frase,”Islam forever rewrites itself as post-Islam,”   bisa dimengerti bahwa makna Islam harus terus menerus diperbaharui dalam interaksi dengan konteks yang selalu baru.  Jadi, keberislaman adalah fenomena proses, kemenjadian, bukan being tapi becoming.  Artinya, keberislaman merupakan sesuatu yang “belum”.  Ketika kita memaknai keberislaman, maka yang terjadi adalah “keluputan” (mrucut),  ketidak sempurnaan maknalah yang tampak.  Oleh karena  ketidak sempurnaan makna agama yang ditangkap oleh subjek agama itulah, maka kita harus puas diri sekaligus bersikap tawadhu’ seraya berkata,” islam yang aku anut adalah islam sejauh aku mengerti (islam-fenomena),  bukanlah islam pada dirinya (islam noumena).”  Islam yang aku mengerti tidaklah identik,  secara persis,  dengan hakikat islam.  Kasus fundamentalisme religius, dalam  islam, salah satunya dilandasi oleh keyakinan bahwa keberislamannya telah sempurna dan identik dengan islam yang sejati hingga mesti ditularkan, baik secara lembut ataupun paksa.  Berdasarkan bingkai kerja (frame of work) tersebut, redeskripsikan keberislaman kita harus terus menerus dilakukan. Mengapa ? kebekuan dan pembakuan keberislaman  merupakan bentuk “pemberhalaan” keberislaman itu sendiri, yang hal itu berseberangan dengan spirit tauhid.   Keberislaman mestilah dinamis, kreatif dan hidup. Keberislaman yang tak pernah diuji dan pertanyakan, tidak layak untuk dihayati.

 

Jakarta, 15 Mei 2003.

 

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: