ISLAM-RAMAH

Juli 24, 2008

Doa

Filed under: RENUNGAN — ruhullah @ 3:26 am

“Doa bukanlah suatu pengganti kelemahan manusia, melainkan penyokong kekuatan manusia dan penopang usaha-usaha positif dan konstruktif individu untuk membentuk kehidupan pribadi dan sosial,” tulis Syariati. “…doa bukanlah pengganti kerja atau sama dengan tanggung jawab, melainkan selaras dengan kerja keras, ikhtiar, perjuangan dan ketekunan,”tambahnya. Doa-doa yang dilatunkan oleh para orang besar dalam sejarah Islam, khususnya imam Ali, bisa kita jadikan contoh.  “doa mereka bukanlah seperti obat bius, penakluk dan pembunuh keberanian, kejantanan, kepekaan, kehinaan dan kesadaran,”tegas Syari’ati.

Doa bukanlah mantra, bukan pula sarana untuk mendapat apa yang kita inginkan. Doa adalah,”manifestasi cinta manusia dan kebutuhan jiwanya,”kata Syari’ati mengikuti pikiran Alexis Carrel. Doa merupakan,”jeritan sebatang ‘bambu’ kering tercerabut dan terasing, yang ingin kembali ke ‘rumpun bambu’,”tutur Syari’ati menyitir ungkapan cinta gurunya, Rumi.

 

Jadi, ringkasnya, doa ialah ekspresi cinta pada Yang Ilahi, dan cita luhur ideal kebutuhan jiwa (spiritual). Dan yang terpenting adalah bahwa, doa hanya pantas dilantunkan dari bibir manusia yang aktif dalam aksi, bukan dari mulut manusia yang pasif, menyerah pada keadaan.

 

Jakarta, 18 Februari 2004

 

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: