ISLAM-RAMAH

Juli 24, 2008

“Buatlah mata kita seperti mata Dewa”

Filed under: RENUNGAN — ruhullah @ 1:24 am

Al-Qur’an, dimana Allah memperkenalkan diri-Nya pada kosmos, dimulai dengan surat pembuka (al-Fatiha).   Relasi Allah-Kosmos (yang bukan Allah) yang pertama diintrodusir adalah al-rahman dan al-rahim.  Al-rahman terkait dengan konteks relasi horizontal kosmos, sedangkan al-rahim lebih menekankan konteks relasi vertikal. Interaksi awal Allah dengan kosmos merupakan relasi ke-jamaliya-an. 

 

Mata adalah simbol rasio.  Ungkapan ”saya melihat…atau saya memandang…” merujuk pada kerja rasio yang aktif.  Bagaimana  mengelaborasikan jejaring di atas?

Mata Dewa selalu bermula dari kepengasihan dan kepenyayangan.  Dengan “mata” seperti inilah Allah melihat kosmosnya.  Dengan mata “kasih” dan mata “sayang” inilah segala simbolitas (ayat) realitas dibuka.  Tapi bukankah “kasih” dan “sayang” itu adalah fakultas hati yang merasa, bukan rasio yang berfikir ? Disinilah tantangannya, mampukah kita  berfikir dengan hati dan merasa dengan rasio ?

 

Jakarta, 22 Oktober 2003

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: