ISLAM-RAMAH

Januari 8, 2008

MEMAHAMI “KEGILAAN” ISRAEL

Filed under: ARTIKEL MEDIA — ruhullah @ 3:55 am

Ternyata, di zaman nalar ini, masih ada negara yang secara vulgar mempraktekkan gaya imprealis kuno. Israel, dengan dalih menyelamatkan satu-dua serdadunya yang ditawan pejuang Palestina dan Hizbullah, tanpa malu meluluh-lantakkan Palestina dan Lebanon. Sebagian besar korbannya adalah penduduk sipil, tak terkecuali wanita dan anak-anak. Mengapa Israel sangat arogan memamerkan kekuatannya?     

Sudah bukan rahasia, AS dan Barat adalah sekutu setia Israel. Mengapa AS dan Barat selalu jadi tameng kepentingan Israel?  Pertama, dari perspektif historis dan teologis, bangsa Israel atau Yahudi memiliki kedekatan kerangka pikir. Bangsa Yahudi, sebagai akar gerakan zionisme, memiliki adi cerita (super story) tentang kemuliaan dan  superioritasnya sebagai bangsa pilihan Tuhan.  Cerita-cerita Yahudi (israiliyat) sangat populer di kalangan masyarakat AS dan Barat yang mayoritas Kristen. Hal ini disebabkan penggalan cerita, dongeng, dan mitos Yahudi tersebut adalah bagian integral dari Bibel edisi pertama. Oleh karena itu adi cerita tersebut dikisah-ulangkan di gereja dan sinagoga.  Hasilnya, adicerita, seperti nama-nama tempat  sakral:  Jericho, Yerusalem, sungai Yordan, merasuk dan menancap kuat dalam kesadaran masyarakat AS dan Barat. Oleh sebab itu, peradaban Barat pun kerap disebut peradaban yudeo-kristiani.

 

Kedua, kuatnya lobby dan dominasi media massa Yahudi,  terutama di AS yang bukan hanya menciptakan citra serta memproyeksikan kebesaran Yahudi, namun juga mengarahkan kebijakan pemerintah AS. Lobby Yahudi di AS sangat perkasa mencengkeram serta mengkontrol pemberitaan media masa untuk kepentingan zionisme. Sehingga apabila ada media masa yang kritis serta objektif, apa adanya, dalam pemberitaan tentang Palestina dan umumnya dunia Islam,  maka langsung dijuluki anti-semitik atau anti Israel.

Politik TerorNegara Israel adalah sebuah negara rasialis yang mengandalkan kekuasaan telanjang (naked power) dan kekuataan militer. Dengan kekuatan militernya, Israel melancarkan teror dalam berbagai bentuk terutama terhadap bangsa Palestina. Dalam benak pikir kaum zionis, selama masih ada bangsa Palestina yang ingin kembali ke tanah airnya, selama itu pula Israel tidak pernah akan punya legitimasi di Timur Tengah. Ibarat seorang perampok yang menggasak harta korbannya, perampok itu tidak akan hidup tenang, selama pemilik harta yang sah masih tetap hidup dan menuntut kembali hak miliknya yang direnggutnya dengan kekerasan.Israel adalah negeri yang ‘secara resmi’ menggunakan praktek teror sebagai instrumen politiknya. Teror dijadikan pekerjaan biasa, bahkan dimasukan ke dalam cara kerja birokratis. Sebenarnya, Israel telah jatuh dalam kesesatan logika. Kesesatan logika  Israel adalah bahwa teror dianggap dapat menciutkan ‘nyali’ bangsa Palestina. Israel lupa bahwa tidak ada teror tanpa melahirkan teror balasan. Inilah hukum besi teror. Strategi Israel dalam terornya: menciptakan teror lebih dulu, kemudian  membalas teror lawan dengan skala yang lebih dahsyat. Atau terus menerus membuat frustasi di pihak lawan agar melakukan teror, lalu Israel akan memakainya sebagai dalih untuk menciptakan teror yang jutaan kali lebih destruktif. Inilah politik teror zionisme. Kebungkaman PBBYang perlu mendapat sorotan selanjutnya adalah kinerja Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Sebenarnya, sejak dulu PBB telah dikritik habis. “Pada PBB ada dua hak istimewa yang tak dibenarkan: hak veto dan keanggotaan tetap dalam Dewan keamanan. Hal ini harus disingkirkan.dan penyingkirannya sesungguhnya akan mengubah Perserikatan Bangsa-Bangsa ini menjadi organisasi yang merakyat dimana seluruh permasalahan akan diselesaikan. Apabila tidak demikian, maka Dewan Keamanan akan tetap, sebagaimana sekarang, suatu pabrik kertas untuk mengeluarkan perintah-perintah yang tidak berharga apa-apa dan tidak efektif. Dan bangsa-bangsa di dunia akan terus berfikir bahwa tidak ada tempat untuk menyelesaikan permasalahan internasional dan bahwa satu-satunya pilihan yang tertinggal ialah penggunaan kekerasan.” demikian pidato Ali Khamenei, yang saat itu adalah Presiden Republik Islam Iran, pada persidangan ke-42 Sidang Umum PBB  (22 September 1987). Pekan-pekan ini kita bisa simak bagaimana duet “maut” AS-Israel sangat dominan di PBB. Artinya, masyarakat bumi  harus bersiap akan deadlock usaha damai di PBB karena kartu truft AS. Jalan buntu perdamaian di PBB akan menyumbat aspirasi para pencari keadilan dalam kasus konflik Timur Tengah. Inilah yang akan jadi  raison d’etre kekerasan global.

Singkatnya, Israel memiliki dua tameng besar: Amerika Serikat (AS) dan kebijakan lunak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Ketiganya, Israel, AS, dan PBB menjadi sebuah trinitarianisme yang membuat berlarut-larutnya konflik di Timur Tengah.  Dalam perspektif Shariatian, trinitarianisme merupakan wujud nyata dari tatanan qabilian, sebuah tatanan imprealis. 

Radar Banten, 19 Juli 2006 

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: