ISLAM-RAMAH

Januari 8, 2008

DOSA SOSIAL

Filed under: RENUNGAN — ruhullah @ 3:48 am

Masyarakat, sebagaimana individu, memiliki eksistensi  mandiri: Suatu masyarakat bisa memiliki dosa masyarakat, sebagaimana individu bisa memiliki dosa individu. Masyarakat dapat memiliki dosa sosial dengan dua sebab utama: pertama, bersepakat untuk melakukan kemungkaran.  Kedua, diam terhadap kemungkaran yang terjadi padahal kemungkaran tersebut dapat dicegah. Sebab model pertama kemungkinan sulit kita temukan. Tetapi sebab tipe kedua lah yang kerap kita temukan dalam kehidupan kita. Perjalanan hidup masyarakat merupakan perjalanan bersama, maka apabila salah seorang di antara mereka ada yang mau melakukan dosa, yang lain wajib mencegahnya. Keberadaan manusia di dunia bersifat sosial.  Perbuatan-perbuatan baik yang dilakukan oleh orang-orang yang baik berpengaruh terhadap kebahagiaan orang lain.  Demikian pula halnya, perbuatan-perbuatan jahat pun berdampak negatif terhadap masyarakat.    Rasulullah memetaforakan pengaruh jahat seorang anggota masyarakat seperti sekelompok orang yang bersama-sama mengarungi samudera luas dengan sebuah perahu.  Kemudian salah seorang di antara mereka ada yang mau mencoba melobangi perahu tersebut pada dinding perahu yang ada di dekat tempat duduknya.  Penumpang yang lain tidak melarangnya, dengan  alasan karena orang tersebut hanya melobangi tempat yang didudukinya saja. Apakah perahu tersebut tidak akan tenggelam?  Jelas bahwa perahu tersebut pasti tenggelam.  Kalau mereka melarang orang tersebut melakukan perbuatan tersebut, pada dasarnya,, mereka pun menyelamatkan diri mereka sendiri, sekaligus menyelamatkan orang tadi beserta diri mereka dari bencana. Jadi, di dalam bermasyarakt  sebagai sebuah komunitas, dan di sana ada yang saleh dan ada yang jahat, maka kadang-kadang orang-orang jahat itu memperoleh manfaat  dari amal orang-orang saleh.  Sebaliknya, orang-orang saleh kadang-kadang terkena akibat perbuatan-perbuatan orang jahat.  Bercermim pada kaca sejarah yang diungkap al-Qur’an, Bani Israil ditimpah laknat Allah melalui karena mereka diam atas individu-individu yang melakukan kemungkaran di antara mereka.”Mereka Saling tidak melarang tindakan mungkar apa pun yang mereka perbuat” (Qs. al-Maidah:79).  Salah satu kemungkaran yang dibiarkan Bani Israil waktu itu adalah kezaliman dan penindasan. Dengan diam, orang yang tertindas mendukung pelestarian penindasan.  Diamnya seluruh bangsa atas penindasan penguasa adalah tonggak utama kezaliman.  Kezaliman tak pernah berlangsung tanpa kerjasama antara orang yang menzalimi dan yang dizalimi. Oleh karena itu, menghidupkan mekanisme kontrol sosial dengan mengfungsikan  amar ma’ruf nahy munkar merupakan suatu keniscayaan bagi tiap masayrakat dan bangsa. “Dan hendaklah ada di antara  kamu sekelompok umat yang menyeru kepada kebaikan (al-khayr), menyuruh kepada yang ma’ruf dan yang merncegah dari yang mungkar merekalah orang-oarng yang berjaya.”(Qs. Ali Imran:104) Wa Allah-u A’lam bi al-shawab-i(Republika, 17 Desember 2005)

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: