ISLAM-RAMAH

Desember 15, 2007

Menangkal Kesesatan

Filed under: RENUNGAN — ruhullah @ 3:17 am
”Tunjukilah kami jalan yang lurus, yakni jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat pada mereka, bukan jalan orang-orang yang Engkau murkai, dan bukan pula jalan orang-orang yang sesat.” (QS Al-Fatihah [1]:7)

Bagaimana orang bisa tersesat dan mengikuti kesesatan? Kesesatan manusia berbanding lurus dengan pengetahuan. Karena itu, Allah SWT memerintahkan orang beriman untuk tidak mengikuti sesuatu tanpa pengetahuan. ”Janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak memiliki pengetahuan tentangnya.” (QS Al-Isra [17]: 36).

Apakah pengetahuan itu? Pengetahuan adalah kumpulan fakta yang saling berhubungan satu sama lain mengenai hal tertentu. Sebetulnya, setiap manusia memiliki pengetahuan, namun tidak semua pengetahuan yang dipunyai manusia itu benar, sahih, dan tepat. Artinya, pengetahuan manusia memiliki potensi untuk tergelincir dalam jurang kesalahan dan kekeliruan.

Ada beberapa faktor yang membuat pengetahuan manusia jatuh pada kesalahan dan kekeliruan yang bermuara pada kesesatan. Dr Mehdi Gholsani dalam The Holy Quran and the Science of Nature menyebut ada dua faktor, yaitu pertama, ketiadaan iman. Allah berfirman, ”Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang-orang yang buta (mata hatinya) dari kesesatan. Dan kamu tidak dapat memperdengarkan padanya (petunjuk Allah) kecuali terhadap orang-orang yang beriman pada ayat-ayat Kami. Mereka itulah orang-orang yang berserah diri.” (QS Ar-Rum [30]: 53).

Kedua, penyimpangan akal yang disebabkan oleh proses berpikir (tafakkur) yang keliru. Suatu proses berpikir akan terjerembab dalam kekeliruan bila mengikuti hawa nafsu, mengedepankan egoisme (takabur), taklid buta, tergesa-gesa dalam memutuskan sesuatu, kebodohan, mengikuti perkiraan-perkiraan tanpa pembuktian, konfirmasi dan penolakkan yang tidak beralasan, tidak memaksimalkan kerja akal yang mengakibatkan kedangkalan pikiran, dan ketidakpedulian terhadap kebenaran.

Melihat akar kesesatan tersebut, berarti menangkal kesesatan membutuhkan dua senjata utama, yakni iman dan pengetahuan yang benar. Iman tanpa pengetahuan, buta. Pengetahuan tanpa ilmu, lumpuh. Keduanya merupakan dua sisi mata uang, tidak terpisahkan, dan saling melengkapi dalam pencarian serta pengukuhan kebenaran.

Republika, 13 Desember 2007

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: