ISLAM-RAMAH

November 27, 2007

Palestina dan Media Massa Zionis

Filed under: ARTIKEL MEDIA — ruhullah @ 3:02 am

Apa yang dirasakan bangsa Palestina saat ini? Di satu sisi mereka bangga menjalankan demokrasi yang melahirkan Hamas sebagai pemenang pemilu. Tapi di sisi lain kecewa karena ‘demokrasi’ yang lahir di Palestina membuat mereka diembargo, dihukum oleh Amerika Serikat (AS) yang mengaku sebagai ‘guru besar’ demokrasi dunia.

Apakah salah Hamas dan bangsa Palestina? ‘Dosa’ bangsa Palestina bukan menjalankan demokrasi, dan ‘kesalahan’ Hamas bukan menjadi pemenang pemilu, namun menentang Israel. Sudah bukan rahasia lagi, AS dan Barat merupakan sekutu setia Israel. Mengapa AS dan Barat selalu jadi tameng kepentingan Israel yang merupakan aktor konflik regional di Timur Tengah?

Pertama, dari perspektif historis dan teologis, bangsa Israel atau Yahudi memiliki kedekatan kerangka pikir. Bangsa Yahudi, sebagai akar gerakan zionisme, memiliki adi cerita (super story) tentang kemuliaan dan superioritasnya sebagai bangsa pilihan Tuhan. Cerita-cerita Yahudi (israiliyat) sangat populer di kalangan masyarakat AS dan Barat yang mayoritas Kristen. Hal ini disebabkan penggalan cerita, dongeng, dan mitos Yahudi tersebut adalah bagian integral dari Bibel edisi pertama. Oleh karena itu adicerita tersebut dikisah-ulangkan di gereja dan sinagog.

Hasilnya, adicerita seperti nama-nama tempat sakral: Jericho, Yerusalem, sungai Yordan, merasuk dan menancap kuat dalam kesadaran masyarakat AS dan Barat. Oleh sebab itu, peradaban Barat pun kerap disebut peradaban Yudeo-Kristiani.

Kedua, kuatnya lobi dan dominasi media massa Yahudi, terutama di AS yang bukan hanya menciptakan citra serta memproyeksikan kebesaran Yahudi, namun juga mengarahkan kebijakan pemerintah AS. Lobi Yahudi di AS sangat perkasa mencengkeram serta mengkontrol pemberitaan media massa untuk kepentingan zionisme. Sehingga apabila ada media massa yang kritis serta objektif, apa adanya, dalam pemberitaan tentang Palestina dan umumnya dunia Islam, langsung dijuluki antisemitik atau anti-Israel.

Kerja media zionis
Minimal ada tiga hal besar yang dilakukan media massa yang jadi kaki tangan gerakan zionis, yaitu: Pertama, penciptaan newspeak. Rasionalitas manusia sangat dipengaruhi oleh pemaknaan kata yang digunakannya. Namun, menurut Noam Chomsky, rasionalitas manusia tersebut telah dikontrol oleh kekuasaan raksasa. Pikiran manusia telah dikontrol melalui penggunaan kata-kata dan pemberian makna tertentu melalui the American ideological system berbentuk berita dan informasi. Nama arsip dalam memori kognitif manusia telah direkayasa secara tidak langsung untuk memproduksi kata atau ungkapan baru yang diberikan makna yang tendensius. Kata-kata yang membanjiri kesadaran manusia itu disebut newspeak.

Sejumlah newspeak diproduksi untuk membatasi pandangan manusia tentang realitas. Sekarang manusia punya dua dunia: dunia real dan dunia newspeak. Kita punya kamus yang dikeluarkan penerbit adikuasa. Chomsky mengajak untuk membaca ulang kamus itu. Sebagai contoh, proses perdamaian berarti usulan perdamaian yang diajukan AS. Usulan negara-negara Arab kerap disebut penolakan.

Makna kata penolakan dan usulan dipermainkan dan didefinisikan menurut kepentingannya, padahal keduanya sama. Dengan pengendalian makna kata tersebut, akan lahir rasa simpatik pada AS karena bersusah payah menciptakan perdamaian sekaligus membenci masyarakat Arab yang menolak perdamaian. Jadi, bila menerima usulan AS maka disebut moderat, namun bila menolak maka disebut ekstrimis. Ketika kita meng-klik kata ekstrimis maka akan keluar data Hamas dan Iran, misalnya.

Kedua, eksploitasi rasa bersalah Barat terhadap penindasan, penganiayaan dan pembunuhan atas orang-orang Yahudi Jerman oleh Hitler menjelang Perang Dunia II. Rasa bersalah tersebut, menimbulkan perasaan simpatik, bahkan dukungan terhadap zionisme yang cenderung memunculkan sikap pengabsahan terhadap segala pemberitaan dan tindakan pro-Israel.

Ketiga, eksploitasi kebencian. Media massa AS dan Barat cenderung mendramatisasi peristiwa yang dianggap merugikan dan mengancam kepentingan mereka, seperti embargo minyak bangsa Arab, serta penyanderaan warga AS di Iran pascarevolusi. Hal-hal yang langsung menyangkut kepentingan AS dan zionisme di-blow up menjadi isu sentral media massa yang bertujuan menumbuhkan ketersinggungan dan kebencian terhadap bangsa Arab atau Iran. Pada dasarnya, media massa zionis memperaktikkan manajemen cinta-benci, yakni bila ada arus masyarakat yang bertentangan dengan mereka, maka akan dicaci maki secara membabi buta. Namun, bila mendukung dan melawan musuh mereka, maka mereka dukung habis-habisan.

Bangsa Palestina adalah bangsa yang ditindas, dizalimi, bukan hanya oleh kolonialisme militer Israel tapi juga oleh arus pemberitaan dan informasi yang menyudutkan. Sikap kritis terhadap pemberitaan dan informasi yang bersumber dari AS dan Barat, serta penggalangan solidaritas menjadi suatu keniscayaan bagi tiap individu yang bernurani.

( Republika, 09 Mei 2006 )

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: