ISLAM-RAMAH

November 27, 2007

MARTABAT WANITA

Filed under: RENUNGAN — ruhullah @ 3:03 am

Sampai akhir dunia, wanita tidak akan pernah sarna dengan laki-laki. Oleh sebal? itu, yang paling mungkin dituntut adalah kesetaraan, bukan persamaan, dalam hak-hak mereka. Rasulullah Saw pernah ditanya oleh wanita-wanita muslim generasi awal,”Ya Rasululah, laki-laki saja yang disebut dalam segala hat sedangkan kami tidak disebut?” Maka Allah swr pun menurunkan ayat: ” Sesungguhnya, laki-laki dan perempuan muslim, laki-laki dan perempuan mukmin, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-Iaki dan perempuan yang khusyu’, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehor­matannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menye­but (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar (QS. Al-Ahzab: 35). Muhammad Quthb menulis,”seandainya wanita meng­inginkan taraf kemanusiaan yang sarna dengan kaum pria, maka hak kesetaraan seperti itu telah diberikan Islam kepada mereka.” Anehnya, wanita kerap dianggap sebagai “manusia nomor dua” setelah laki-laki.

Lalu, pernahkah kita bertanya: Apakah nama Allah swr yang menjadi nama salah satu organ tubuh manusia? jawabannya adalah Rahim. Yang memiliki rahim hanya perempuan, laki-laki tidak. Oi dalamnya Allah menitipkan janin yang lembut dan lemah di saat-saat proses perkembangannya. Selanjutnya, hanya gender wanita saja yangyang dipilih Alalh swr sebagai nama surat dalam Alquran, yakni an-nisa (wanita). Alqur’an pun menyebut 57 kali kata an-nisa, lebih dua kali dari kata rijaI (pria). Fakta ini bukan suatu kebetulan. Tapi sesuatu yang telah ada dalam skenario besar Allah swr untuk menunjukkan bahwa wanita adalah makhluk Allah swr yang mulia.

Menariknya, Alquran tidak sekalipun menggambarkan wan ita dari sisi fisikalnya. Tak ada satu ayat pun yang melukiskan keindahan jasmaniah wanita. Bahkan, wanita cantik tak pernah menjadi tokoh utama dalam al-Quran. Seperti Maryam adalah tokoh yang mewakili kesalehan, kehormatan, yang menghabiskan ruang waktunya untuk mengabdi pada Yang Ilahi. Dan kehormatannya tersebut terletak pada kesuciaannya, bukan kecantikannya. Alquran tidak meletakkan keindahan fisik sebagai nilai ideal bagi perempuan. Alquran bahkan mengajarkan agar perempuan menutupi keindahan fisiknya. (QS. al-Ahzab: 59) Nilai ideal perempuan terletak pada Kesalehan, kesucian, dan ketegarannya dalam mempertahankan keyakinan. “Yang paling mulia di antara kalian adalah yang paling taqwa.” (QS. Al-Hujurat: 13)

Hanya orang yang mulia saja, yang mampu memulia­kan wanita. Kemuliaan wanita tidak terletak pada polesan bedak dan lipstik yang memerah serta kemolekkan tubuhnya, tapi prestasinya dalam memelihara kehormatan dirinya, serta ketaatannya kepada Allah swr.

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: