Di Ufuk Senja
Surya masuki peraduan
Tinggalkan mega membentang
Cakrawala hampa mendalam
Usung selimut malam
Kuasa tuhan tak tersangga
Sapa tiap raga
Citra ilahi dua rupa
Dualitas tampak nyata
Tersungkur diketakberdayaan
Cerita insan sendu membeban
Nyanyian alam obati luka
Riuh pula bagi Yang Kuasa
Di ufuk senja melirih
Rintih nurani puji sejati
Manusia sangsi kuijini
Hati tegar bertahta kasih putih
Ciputat, 8 Maret 2001
16.10 WIB
Satu musim
Sapa jalan kemarin
Baca langkah pulang
Memanjang ke ujung cakrawala
Raga nyala tanpa bahasa
Lekang sukma lantun nada abadi
Daun gugur lalai dan pergi
Tetes peluh mesra membelai
Basuh jiwa tuk kembali mimpi
Jumpa dara tiada lara
Harpa masa enggan bicara
Tentang sisa waktu musim ini
Guna rajur setia hati
Satu musim di kotamu
Tumpah seluruh nostalgi syahdu
Melabu dahaga tak terkira
Puja cawan mesra meraja
Ciputat, maret 2001
7.20 WIB
Nantikan Aku
Berat langkah
Tinggal asmara
Salam kenangan
Tatap cinta mengembang
Ruang dan waktu kan pisahkan
Dua asah
Moga senyummu tak lekang
Isi relung hati pangeran
Sungguh,
Aku luruh dalam ayumu
Damai dan cinta moga sertai
Langkah dua sejoli ini
Ciputat, 3 maret 2001
11.46 WIB
Belahan jiwa
Gapai bayangmu
Kenang nostalgi ayu
Anggunmu melabuh
Di dermaga kalbuku
Hampar permadani cinta
Tuk sambut belahan jiwa
Raih warna harmoni jiwa
Hempas sangsi sukma
Curam tebing asmara
Tak henti langkah cita
Terbang iringi angan
Dendang puteri buai pangeran
Dengar kisah lalu
Rome-juliet berkayuh
Cinta nan putih
Meski perih menari-nari
Cinta qais menepih
Satu laila tuk dicintai
Biar pedang belai raga
abadi lantun kidung cinta
sabda mentari
renda embun cinta
restu ilahi
persembahan tuk hati yang terpilih
Ciputat, 3 Maret 2001
11.35 WIB
Aku bingung
Aku tak bingung
Kau cipta hamparan bumi dan bentangan langit
Tapi aku bingung
Mengapa kau cipta uang?
Merpati itu Pergi
Prahara melanda
Dua hati terpecah
Batin tak terbaca
Cahya cinta sirna
Duh gusti,
Yang Maha Kasih
Kutertunduk di tepi
Jurang sepi
Merpati lama kupelihara
Pergi ntah kemana
Cipta hampa
Toreh luka
Hanya cinta suci kuharap
Bukan cinta tanpa sikap
Gelora tak terungkap
Biarkan Tuhan saja mendekap
Usai sudah cerita
Lelaki dan cinta
Biar pedih tak terkira
Ku harus tetap dalam damai dan cinta
Jakarta, 19 Mei 2002
17.25 WIB
Ku Baca Kembali
Lelah hatiku
Tuk rengkuh ayumu
Kian jauh kuayun langkah
Kau tak kunjung kujumpa
Oh angin, bisikan padanya
Garis wajahnya terpatri di dada
Nostalgi itu masih membayang
Abadi takkan lekang
Merpati dulu milikku
Tlah terbang jauh
Remuk jiwa merapuh
Ratapi hujan luruh
Ijinkan kutatap satu masa
Walau tanpa angan cinta
Kita tetap Satu
Dalam damai sahabatku
Jakarta, 3 Juli 2002
19.35 WIB
Telaga Sukma
Sayapku tlah patah
Jiwa mengaduh merontah
Histeria memecah
Dahaga sukacita
Kau hadir tiba-tiba
Persembahkan telaga
Tuk kembara lara
Tak kuasa kutolak airmata
Hilang semburat curiga
Murni taqdir semata
Moga sukma tak lelah
Jadi pelipur lara
Jakarta, medio 2002
Inginku
Kala debar nurani
Tebar rona wajah suci
Sibak tirai misteri
Pribadi tak terpadani
Gelisah meluruh sukma
Ungkap jernih singgasana cinta
Rengkuh samudra angan merona
Hapus nostalgi nan lara
Roh layangkan cita
Sorong lautan citra
Kering sudah kata-kata
Tuk diri tak tersabda
Inginku pada satu jiwa
Murni tak bernoda
Ribuan malaikat menengadah
Boyong keabadian cinta
Jakarta, medio 2002
22.15 WIB
Syukurku
Kutermangu dalam cahya
Tiada kata terbaca
Rahasia insan muda
Membuai nirwana
Bayangmu hadir tiba-tiba
Singgahi sayap patah
Kankah hantar cita
Ataukah toreh luka
Kupahat yakinku padamu
Ukir setia terluruh
Tirai diri kusibak tuk mu
Biar kau tatap yang ku tuju
Lepas sgala duka
Syukur tertumpah
Benih ridha dan restu ilahi terbuka
Moga Rabbi kabulkan mimpi dua sukma
Kamis, 24 Juli 2003, 22.35 WIB.
Persembahan tuk satu jiwa





wuihhhh puisinya keren, jangan disimpen.
Me at http://www.isfiya.wordpress.com
Oleh: isfiya on Juli 24, 2008
at 7:10 am
rona-rona memerah
wajah-wajah lelah
di manakah harus mengadu
saat hasrat menggapai sendu
Oleh: arch222 on Juli 24, 2008
at 2:47 pm
cinta itu bisa datang
cinta itu bisa pergi
tapi cinta takkan tau kapan cinta datang dan pergi.
kalau stiamu tak terdengar
kalau hatimu tak menyatu
untuk apa lagi cinta ada dan bertahan tanpa pasti
Oleh: fitro (rivay) on Juli 31, 2008
at 2:15 am
Ku Terdiam
Ku Terjebak Dalam
Cinta Mu
Selalu Ku Impikau Ada Di Samping Ku
Selalu Ku Impikau Rautan Wajah Mu
Namun Ku Tak Bisa Kta Kan Cinta Ku Pada Diri,Mu ????
Oleh: Ramzi on Juli 2, 2011
at 4:05 pm
cinta adalah samudera
kita, ikan kecil di lautan
yang bertanya
“dimanakah air?”
sang cinta slalu bersemayam
dalam singggasana hati
tak kan pernah pergi
hanya tak disadari
cinta bak udara
yang slalu slimuti
ruang diri
Oleh: ruhullah on Juli 31, 2008
at 7:10 am
Cinta memang terlalu rahasia kawan…
Aku sembunyikan ia terlukai
Aku utarakan ia melukai
Dan aku perbincangkan ia melukai
yang lain
lam kenal pak subhi……….
Oleh: masaly on September 6, 2008
at 4:57 am
oiyaa….. ana tadi ngambil tulisan2 filsafatnya…
syukron………
Oleh: masaly on September 6, 2008
at 4:58 am
ok…salam kenal juga.
Oleh: ruhullah on September 8, 2008
at 4:27 am
ketika cinta mulai dipertanyakan
hanya nuranilah yg mampu menyelami
di saat hati mersa ragu
sejatinya ruh tiada merajuk
mana kala cinta musti mengalirkan darah
air zam -zamlah yg tlah mengalir bagai air sungai
Oleh: ainul yakin on September 22, 2008
at 6:22 pm
beribu” bunGa yg brmekaran
bribu’ bunga yg berkedipan tapi haNya adda satu
hanya kau lah pujaan hati’ku yg pling menawan
Oleh: Rizky Nugraha Jeko on Desember 9, 2011
at 2:09 pm